Budidaya Tanaman Cabai


TEHNIK BUDIDAYA TANAMAN CABAI

TEHNIK BUDIDAYA TANAMAN CABAIhttps://peluangusaha.kontan.co.id/news/cabai-rawit-sinar-cukup-panen-kian-lebat-2

1. Pengertian

Tanaman cabai (capsicum anum L) adalah tanaman perdu yang memikliki rasa buah pedas. Secara umum cabai memiliki banyak kandungan gizi dan vitamin . diantaranya adalah kalori, protein, lemak, karbohidrat, kalsium, vitamin A, B1, dan vitamin C. Cabai banyak dibudidayakan masyarakat petani karena harga jualnya yang tinggi.

2. Tehnik Budidaya

Dalam budidaya cabai adalah pemilihan benih dan pembibitan, kriteria benih yang baik digunakan sebagai bibit adalah benih berasal dari pohon yang sehat dalam artian, tanaman induk yang akan diambil buahnya sebagai bibit tidak terserang hama dan penyakit. Selain itu benih yang dipakai harus benih yang bernas atau berisi serta ukuran benihnya seragam. Kebutuhan benih setiap hektar adalah sekitar 150–300 gram dengan daya tumbuh lebih dari 90 gram.

3. Manfaat Cabai Rawit

Berikut manfaat cabai rawit untuk kesehatan dilansir dari berbagai sumber: 

1. Meringankan rasa sakit

Cabai rawit berperan sebagai pereda rasa sakit alami karena merangsang pelepasan hormon endorfin di dalam tubuh. Zat capsaicin tersebut kemudian bekerja sama dengan reseptor rasa sakit. 

Selanjutnya, muncul sensasi panas dari cabai yang membantu ujung saraf berhenti mengirim sinyal sensasi rasa sakit. Tak mengherankan bila saat ini juga tersedia obat oles atau krim dengan kandungan capsaicin sehingga dapat digunakan untuk membantu mengatasi nyeri sendi serta cedera.

2. Baik untuk kesehatan pencernaan

Cabai rawit bermanfaat untuk kesehatan pencernaan. Freepik
Cabai rawit bermanfaat untuk kesehatan pencernaan. Freepik.

Banyak orang mengira bahwa makanan pedas yang mengandung cabai rawit dapat mengakibatkan tukak lambung. Padahal, selama tidak dikonsumsi dalam jumlah yang berlebihan, cabai memiliki manfaat untuk kesehatan pencernaan, lho!

Ketika capsaicin masuk ke dalam pencernaan, saraf-saraf yang ada di saluran pencernaan akan menghasilkan anandamide. Anandamide adalah senyawa kimia yang membantu mengurangi inflamasi alias peradangan, termasuk yang sering terjadi akibat tukak lambung.

Baca: Yuk,Turunkan Kadar Kolesterol Dengan 5 Cara Alami

3. Menurunkan berat badan

Manfaat selanjutnya dari cabai ialah membantu menurunkan berat badan. Pasalnya, zat capsaicin dalam cabai diyakini dapat membakar lemak dan energi tubuh lebih cepat. 

Cabai rawit juga diketahui membantu mengurangi nafsu makan sekaligus merasa kenyang lebih lama. Penelitian menyebutkan, orang yang mengonsumsi capsaicin terbukti makan lebih sedikit sepanjang hari dibandingkan dengan yang tidak. 

 

4. Menjaga kadar gula darah

Cabai rawit juga memberikan manfaat berupa menjaga kadar gula darah. Sebuah studi dari Journal of Agricultural and Food Chemistry mengungkapkan bahwa capsaicin berpotensi menurunkan kadar gula darah. Tak hanya itu, capsaicin bersifat antidiabetik dan dipercaya memberi efek positif bila dikonsumsi oleh pasien diabetes tipe 1.

5. Mengurangi risiko penyakit jantung

Ilustrasi penyakit jantung. Freepik
Ilustrasi penyakit jantung. Freepik.

Kandungan vitamin B6, asam folat, kalium, dan beta-karoten yang terdapat pada cabai rawit dapat membantu Anda terhindar dari serangan jantung. Vitamin B juga dapat mengurangi kadar homosistein. Tingginya kadar homosistein dapat merusak pembuluh darah dan meningkatkan risiko stroke serta serangan jantung.

Baca: 5 Manfaat Mengejutkan dari Lidah Buaya yang Belum Banyak Diketahui

6. Menurunkan risiko kanker

Kandungan antioksidan yang tinggi di dalam cabai rawit, seperti vitamin C, lutein, dan beta-karoten, membantu menurunkan risiko kanker. Antioksidan telah terbukti mampu melindungi sel-sel dari kerusakan akibat radikal bebas. 

Selain itu, capcaisin pada cabai rawit dapat membantu memperlambat pertumbuhan sel kanker. Bahkan, sel kanker dapat dilawan dalam kasus kanker prostat, pankreas, dan kulit.

7. Melancarkan pernapasan

Cabai rawit diketahui mampu membantu melebarkan saluran napas di paru-paru. Sehingga, cabai ini sangat bermanfaat bagi Anda yang memiliki penyakit asma. 

Kandungan vitamin A pada cabai juga bisa menurunkan risiko radang paru-paru yang terjadi akibat merokok. Vitamin A Hal ini dikarenakan asap rokok mengandung benzopyrene yang menghancurkan vitamin A dalam tubuh.

8. Menjaga kesehatan mata

Ilustrasi mata. Freepik
Cabai rawit dapat membantu menjaga kesehatan mata. Freepik.

Manfaat cabai yang tak kalah menarik adalah membantu menjaga kesehatan mata. Ini berkat kandungan lutein yang ada di dalam cabai, terutama cabai rawit hijau yang sering Anda jumpai saat makan gorengan. Lutein dalam cabai ini bermanfaat untuk mencegah kerusakan mata akibat penuaan, seperti katarak dan degenerasi makula.

Berikut ini Merupakan Tahap-tahap Pembudidayaan Tanaman Cabai

A. Penyemaian

menyiapkan media semai berupa tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1. Dengan ketinggian media semai sekitar 20 cm dan panjang 1m. Sebaiknya pada persemaian diberi naungan berupa alang alang atau daun lain agar bibit yang masih muda tidak terkena sinar matahari secara langsung. Selanjutnya benih disebar pada media semai yang sudah dibuat secara merata kemudian ditutup dengan tanah tipis. Agar benih cepat tumbuh perlu dilakukan penyiraman.

B. Penyiapan Lahan

Tanaman cabai mudah tumbuh hampir pada seluruh lahan pertanian yang tanaman lain dapat hidup. Namun agar tanaman dapat tumbuh dengan subur dan menghasilkan buah yang baik, perlu dicari lahan yang subur untuk melakukan budidaya. Keriteria tanah yang bagus untuk budidaya cabai adalah gembur, kaya bahan organik, tidak berair atau becek,dan memiliki ph sekitar 5–6,8.(Rukman 1994). 

Tanah pada lahan yang akan ditanami dibersihkan dari rumput kemudian digemburkan bisa dengan cara dicangkul atau dibajak dengan traktor. Ssetelah tanah digemburkan selanjutnya dibuat bedengan dengan arah dari timur kebarat agar seluruh tanaman nantinya mendapat sinar matahari secara merata. Ukuran bedengsan biasanya dibuat dengan lebar sekitar 100–150 cm dan panjangnya disesuaikan dengan kondisi lahan setempat.

C. Pemasangan Mulsa

Setelah terbentuk bedengan, selanjutnya dipasang mulsa hitam perak pengan posisi warna perak diatas agar dapat memantulkan sinar matahari sehingga hama yang bersembunyi dibawah daun akan pergi. Sebaiknya pemasangan mulsa dilakukan pada siang hari pada saat matahari terik agar mulsa tidak mudah sobek ketika ditarik. Cara pemasanganya adalah dengan cara menarik kedua ujung memanjang di atas bedengan, lalu pasang pasak dari bambu berbentuk u pada sisi kanan dan kiri bedengan. Jika mulsa sudah terpasang, Lubangi mulsa yang telah terpasang dengan menggunakan potongan kaleng yang tajam dengan cara ditekan, kemudian buat lubang tanam pada mulsa yang sudah dilubangi. Jarak pembuatan lubang tam adalah 60x70 atau 70x70 cm

D. Penanaman

Penanaman bibit tanaman cabai sebaiknya dilakukan pada sore atau pagi hari. Karena jika dilakukan pada siang hari, tanaman akan layu karena bibit masih lemah dan perlu penyesuaian dengan suhu panas secara bertahap. Bibit yang ditanam sebaiknya bibit yang telah berumur 17–23 hari atau telah memiliki jumlah daun sebanyak 2–4 helai. Cara penanamanya adalah dengan mengambil bibit dari tempat persemaia, pengambilan bibit dilakukan secara hati hati. Dengan mencongkel media semai menggunakan solel agar akar tanaman muda tidak rusak, pada waktu menanam usahakan akar tunggang tanaman jangan sampai patah ataupun membengkok. Pada bedengan yang akan ditanami dibuat lubang tanam sesuai dengan panjang akar tanaman, kemudian beri pupuk dasar dan tanam tanaman pada lubang tersebut. Setelah ditanam, Sebaiknya tanaman segera duisiram dan diberi penutup seperti pelepah pisang atau daun daun lainya untuk mencegah layu yang dapat menyebabkan tanaman mati (Pracaya, 1993)

E. Pemeliharaan

Pada fase awal pertumbuhan atau tanaman masih dalam tahap penyesuaia diri dengan lingkungan baru. Penyiraman tanaman perlu dilakukan secara rutin setiap hari, terutama pada musim kemarau. Setelah tanaman tumbuh kuat serta perakaranya dalam , tanaman cukup disiram tiga hari sekali. Bila terdapat banyak gulma perlu dilakukan penyiangan, agar tidak menjadi pesaing bagi tanaman kelamaan tanaman akan menjadi kurus dan kerdil. Salah satu penyebab gagal panen atau penurunan hasil panen adalah adanya serangan hama dan penyakit,salah satu penyakit yang sering menyebabkan cabai rontok adalah penyakit busuk buah. Untuk itu perlu dilakukan pengendalian, pengendalian yang banyak dilakukan adalah dengan penyemprotan menggunakan pestisida. Agar tanaman dapat tumbuh dengan maksimal dan dapat menghasilkan, perlu dilakukan pembuangan tunas air, pembuangan tunas air bertujuan untuk mengurangi pertummbuhan vegetatif agar tanaman tidak terlalu rimbun, serta menghambat pertumbuhan tinggi tanaman agar mempermudah dalam perawatan serta pemanenan. Pembuangan tunas air juga bertujuan untuk mengurangi kelembaban disekitar tanaman , dengan demikian pertumbuhan cendawan akanberkurang serta meningkatkan pertumbuhan generatif

F. Pemupukan

Agar tanaman cabai dapat tumbuh dengan subur dan menghasilkan buah yang berkualitas pelu dilakukan pemupukan Pada waktu yang tepat serta, serta dengan dosis yang sesuai dengan kebutuhan tanaman. Pemupukan yang baik sesuai dengan jenis pupuknya. Karena pupuk merupakan nutrisi yang sangat penting dalam pertumbuhan tanaman. Pemupukan pertama dilakukan ketika tanaman berusia satu minggu pertama, yaitu dengan pupuk kandang yang ditaruh pada lubang tanam dengan dosis 1ton per hektar atau dapat juga dengan cara ditugal pada samping tanaman. Pemupukan ketiga dilakukan pada saat tanaman berusia sekitar tiga bulan, cara pemupukanya adalah dengan mencampurkan pupuk NPK, KNO putih, urea serta TSP. Dengan perbandingan 4:1:1:1:1, sehingga total semua 8kg kemudian dilarutkan dengan air sebanyak 250 liter kemudian dikocorkan pada perakaran tanaman cabai dengan dosis 250 ml per tanaman. Untuk pemupukan tanaman setelah 3 bulan lebih. Dapat menggunakan pupiuk campuran yang sama pada pemupukan saat tanaman berumur 1 bulan, hanya saja jumlah dosisnya yang ditambah 2:3:8:2, dan dilarutkan dengan air sebanyak 250 liter kemudian disiramkan pada perakaran tanaman dengan dosis 250 ml per tanaman, pemiupukan ini daopat dilakukan setiap dua minggu sekali.

G. PanenJ

ika tanaman dirawat dengan baik biasanya sudah dapat dipanen pada usia 4 bulan , pemanenan dapat dilakukan sebanyak 2 kali seminggu. kriteria buah yang sudah siap panen adalah buah yang bener bener tua. biasanya ditandai dengan biji yang padat, berisi dan apabila ditekan buahnya keras, buahnya berwarna hijau tua atau hijau kemerah merahan. Biasanya pemanenean oleh petani dimajukan atau diundur beberapa hari tergantung waktu harga yang sedang tinggi. Memanenanya dilakukan dengan cara memetik tangkai buah secara hati hati agar percabangan dan calon bunga tidak patah atau rusak. Panen dapat dilakukan sampai tanaman berumur 2–3 tahun dengan jumlah panen sampai 96 kali. Pada umumnya sawat panen pertama hanya menghasilkan cabai sedikit kemudian pada panen berikutnya bertambah terus sampai mencapai puncaknya dan selanjutnya akan semaki berkurang hingga akhirnya tanaman mati.

4. Dampak Positif

para pendagang dan petani akan mendapakan untung dan/ uang /hasil

5.Dampak Negatif

Dampak Negatif Tanaman Cabai yang Kekurangan ataupun Kelebihan Air

Air memegang peranan penting dalam budidaya cabai, pemberiannya harus sesuai dengan kebutuhan tanaman cabai untuk meningkatkan produktivitas tanaman. Air yang cukup akan meningkatkan pertumbuhan vegetatif, seperti tinggi tanaman, jumlah cabang, luas daun, dan diameter batang, serta meningkatkan jumlah bunga, jumlah buah, bobot buah, diameter buah, dan panjang buah.

tanaman cc

Kekurangan atau kelebihan air akan memengaruhi produktivitas tanaman sehingga kualitas tanaman serta hasil panen yang akan didapatkan menurun. Berikut ini dampak yang akan dirasakan tanaman cabai ketika mengalami kelebihan ataupun kekurangan air.

Kekurangan air

Kekurangan air dapat menyebabkan tanaman cabai pada fase vegetatif mengalami gangguan pertumbuhan cabang dan daun sehingga daun berukuran kecil serta pucat. Sementara itu, kekurangan yang terjadi fase generatif dapat menyebabkan kerontokan bunga, bakal buah, dan buah sehingga jumlah hasil panen yang didapatkan berkurang.

Kelebihan air

Tanaman muda yang kelebihan air kemungkinan besar mengalami kerusakan akar karena membusuk. Kondisi tersebut dapat menyebabkan kematian tanaman.

Pada tanaman yang sedang berbunga dan berbuah, kelebihan air dapat menyebabkan bunga dan buah rontok. Selain itu, kelebihan tersebut dapat meningatkan perkembangan pathogen tanaman yang disebabkan oleh cendawan dan bakteri, seperti Fusarium, Phytopthora, Colletotrichum, dan Ralstonia.

Penyiraman yang tepat untuk tanaman cabai kok

Cabai perlu disiram setiap hari saat hujan jarang turun. Penyiraman dilakukan hingga tanah tampak basah. Penyiraman jangan sampai berlebihan pada musim hujan karena bisa menyebabkan busuk akar.

Penyiraman yang dilakukan dengan sistem leb, air perlu disalurkan ke setiap bedengan melalui jaringan irigasi. Biarkan air mengalir selama beberapa saat hingga bedengan tampak basah atau mencapai kondisi kapasitas lapang.

Anda perlu mengatur ketinggian air pada sistem leb agar cukup sampai ke ujung mulsa. Usahakan lahan tidak sampai becek. Jika air sudah cukup membasahi media tanam, segera keluarkan melalui saluran drainase (saluran pembuangan). Pengairan dengan sistem leb merupakan cara yang paling praktis, terutama di daerah yang memiliki irigasi teknis. Selain sistem leb, pengairan dapat dilakukan dengan menggunakan gembor, irigasi tetes, atau sistem curah.

tanaman cabai

foto: Pertanianku

Kekurangan atau kelebihan air akan memengaruhi produktivitas tanaman sehingga kualitas tanaman serta hasil panen yang akan didapatkan menurun. Berikut ini dampak yang akan dirasakan tanaman cabai ketika mengalami kelebihan ataupun kekurangan air.

Kekurangan air

Kekurangan air dapat menyebabkan tanaman cabai pada fase vegetatif mengalami gangguan pertumbuhan cabang dan daun sehingga daun berukuran kecil serta pucat. Sementara itu, kekurangan yang terjadi fase generatif dapat menyebabkan kerontokan bunga, bakal buah, dan buah sehingga jumlah hasil panen yang didapatkan berkurang.

Kelebihan air

Tanaman muda yang kelebihan air kemungkinan besar mengalami kerusakan akar karena membusuk. Kondisi tersebut dapat menyebabkan kematian tanaman.

Pada tanaman yang sedang berbunga dan berbuah, kelebihan air dapat menyebabkan bunga dan buah rontok. Selain itu, kelebihan tersebut dapat meningatkan perkembangan pathogen tanaman yang disebabkan oleh cendawan dan bakteri, seperti Fusarium, Phytopthora, Colletotrichum, dan Ralstonia.

Penyiraman yang tepat untuk tanaman cabai

Cabai perlu disiram setiap hari saat hujan jarang turun. Penyiraman dilakukan hingga tanah tampak basah. Penyiraman jangan sampai berlebihan pada musim hujan karena bisa menyebabkan busuk akar.

Penyiraman yang dilakukan dengan sistem leb, air perlu disalurkan ke setiap bedengan melalui jaringan irigasi. Biarkan air mengalir selama beberapa saat hingga bedengan tampak basah atau mencapai kondisi kapasitas lapang.

Anda perlu mengatur ketinggian air pada sistem leb agar cukup sampai ke ujung mulsa. Usahakan lahan tidak sampai becek. Jika air sudah cukup membasahi media tanam, segera keluarkan melalui saluran drainase (saluran pembuangan). Pengairan dengan sistem leb merupakan cara yang paling praktis, terutama di daerah yang memiliki irigasi teknis. Selain sistem leb, pengairan dapat dilakukan dengan menggunakan gembor, irigasi tetes, atau sistem curah.

Sumber: https://www.pertanianku.com/dampak-negatif-tanaman-cabai-yang-kekurangan-ataupun-kelebihan-air/

Komentar